SEORANG pemimpin dalam pandangan kekinian bukan - jangan dipandang - sebagai sosok manusia setengah dewa lagi, meskipun dalam kenyataannya seorang pemimpin harus memiliki sikap seperti dewa ( Dewa kebaikan ). Seorang pemimpin dalam iklim kontemporer ini bukan lagi mahluk yang harus diagung-agungkan, dimuliakan, dibedakan drajatnya, terlebih disembah sujud. Sebab seerti apa pun pemimpin hanya merupakan bagian kecil dari iklim demokrasi dimana daulat pimpinan sama sekali menjadi hal tabu dalam lingkungan demokrasi ini.
Daulat pimpinan adalah penuhanan terhadap seorang individu, pengkultusan terhadap seorang raja atau presiden. Apa pun yang dllakukan oleh seorang pemimpin bukan merupakan kesalahan. Seolah hanya ada dua aturan dalam Kedaulatan Pemimpin ini, pertama; seorang pemimpin tidak pernah melakukan kesalahan, kedua jika seorang pemimpin melakukan kesalahan maka lihat point pertama tadi. Dalam kedaulatan pimpinan, pemimpin asyik duduk bertumpang kaki sambil menyaksikan rakyatnya sujud simpuh kendatipun kondisi negara sedang berada dalam iklimketidaknyamanan. The King Can Do No Wrong. Kesalahan akan ditujukan kepada selain pemimpin!






