JIKA dibandingkan dengan usia alam semesta ini,terlalu sombong rasanya jika ada seseorang yang mengklaim bahwa dirinya telah dewasa atau cukup umur. Ini tentu saja terlepas dari penilaian kualitas atau kuantitas. Jelasnya, usia manusia - termasuk sejarah manusia itu sendiri- sama sekali tidak ada artinya dibanding usia alam semesta . Namun, patutlah kita berbesar hati juga bangga, justru di tangan mahluk kecil dan tidak ada apa-apanya dalam segi umur inilah Tuhan telah menitipkan alam - khususnya bumi- kepada kita, umat manusia. Maka, demi melihat hal tersebut, penilaian kedewasaan dengan pandangan ilahiyah adalah kedewasaan bukan dilihat melulu dengan kacamata tua atau muda, kuantitas umur, dan tumbuhnya kumis atau jenggot kita.






