kpu-sukabumikota.go.id

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
AGENDA KPU Kota Sukabumi: 26 Januari 2009: Kotak Suara di KPU Kota Sukabumi telah dibereskan untuk menghadapi Pemilu 2009. 18 Pebruari 2009, Sejak Tanggal 18 Pebruari KPU Kota Sukabumi telah melakukan penyortiran Surat Suara. Para petugas penyortiran tersebut adalah anggota PPK dan PPS Se-Kota Sukabumi. Diperkirakan, penyortiran surat suara ini akan membutuhkan waktu hingga dua(2) minggu lebih.
Home Buku Tamu
View all guestbook entries
By mellan at Monday 31 May 2010
bertemu lagi... besok 1 Juni, .......yang pertama-tama saya usulkan kepada tuan-tuan
sekalian, adalah bergandengan
erat satu sama lain... (S/1/6/45)
By mellan at Monday 31 May 2010
bertemu lagi... besok 1 Mei, .......yang pertama-tama saya usulkan kepada tuan-tuan
sekalian, adalah bergandengan
erat satu sama lain... (S/1/6/45)
By Jittree at Sunday 14 February 2010
Nice website, your site is very interesting and perfect. I love your site and you always make me smile.
By Sukitman Sudjatmiko at Sunday 21 June 2009
Wasss. Ada sebuah kesepakatan dari pernyataan kang juhe bahwa pemilu merupakan ranah yg harus didiskusikan (tetapi tidak pada scope terminology,epistimologi maupun ontology strukturalis) , namun sebenarnya bentuk kajian dan proses pendiskusian tentang pemilu saya fikir tidak bisa dgn kerangka pardigmatik structural (sebagaimana pemikiran pemerintah) karena kerangka pemikiran ini hanya mengandaikan prosesi normative dan struktur dari planning dan proses/pelaksaaan serta terakhir hasil yg dicapai, bila memakai kerangka ini kita akan terjebak pada apa yg disebut fallacy of dramatic instancy yg menjebak pola fikir kita seperti apa yg diinginkan penjajah (baca;Mafia Berkeley/imperialism),
Tetapi yg harus kita kaji adalah siapa dan apa secara filosofis kepentingan sebuah penyelenggara state yg berkuasa yg coba dimasukan pada konteks pemilu, karena state dalam hal ini adalah kepemimpinan politik Negara+pemilik capital tidak bebas nilai pada pemilu itu sendiri,karena sublimasi dari kekuasaan politik dan capital mempunyai kepentingan untuk tetap melanggengkan kekuasaan dgn berbagai cara, bila ini di lihat secara substansial maka perencanaan & pelaksaanaan pemilu menjadi objektif kita lihat,karena kita dapat meninjau seberapa besar campur tangan kekuasaan politik (baca;Pemerintahan yg berkuasa) terhadap pemilu yg dilaksanaakan pada periode kekuasaannya.
By adi saparul ardi at Thursday 18 June 2009
hehehehehehehe
maaf kang away streotipe menurut kang away mang paan?
saya punya cerita saat indonesia merdeka terjadi perdebatan antara orang rusia amerika dan indonesia
menurut orang rusia : saya yakin pemimpin indonesia pasti akan korup?
kata orang amerika : g mungkin pemimpin indonesia akan korup karena sebelum merdeka mereka bareng2 berjuang mempertahankan negerinya
kata orang indonesia : memang pemimpin indonesia pasti ada yang korup dan ada yang g?
orang amerika knpa qm mengatakan pemimpin indonesia akan korup?
orang rusia : karena melihat dari program-programnya dan adanya hak milik pribadi membuat mereka jadi korup
orang indonesia : karena qm berpendapat korup dan qm g?
By Kang Away at Wednesday 17 June 2009
Kang Adi, jawabannya sudah akang ketahui. Yang perlu saya garis bawahi dari "unek-unek" akang adalah pola pikir stereotif, dan ini memang wajar dimiliki oleh kelompok akar rumput. Orang memang bisa berargument, tanpa seorang pemimpin pun negeri ini akan berjalan dengan sendirinya, namun pada sisi lain ketika ada seorang pemimpin pun negeri kita ini diinjak-injak kehormatannya oleh negara tetangga kita, apalagi jika tanpa seorang pemimpin.

Satu hal lagi, saya jadi tergelitik dengan pesan stereotif akang, jadi ingin bertanya, apa yang pernah kita perbuat bagi negeri tercinta ini, patut kah kita berbesar kepala dengan kekuatan ucapan kita ketika belum secuilpun kita mendermakan kekuatan dan potensi kita untuk kemajuan negeri ini? Aku malah jadi ingat pada sebuah film " King Arthur", konon katanya kehebatan raja Arthur ini bukan hanya ditakuti lantaran kehebatannya dalam berperang, kecuali adalah kehebatan dia dalam memosisikan negaranya lebih utama dari sekedar basa-basi dan obrolan di kedai kopi.

Jika ditagih - terlepas dari sikap platonik ataupun realis- mau apa sebenarnya diri kita? Mau menjadi pahlawan ilaharnya para pendahulu kita yang telah tersakiti, atau malah menjadi sok pahlawan hanya dengan mengungkapkan unek-unek dengan cara menghalangi orang lain berbuat baik... aku sih hanya mengingatkan, apa yang kita lihat, kita dengar, kita rasa belum tentu benar dan sesuai, adakalanya kita tertipu dengan pemandangan nyata. Aku malah sampai saat ini belum bisa mengerti dan mendahalami hati siapa pun alasaannya sederhana... Aku Bukanlah Tuhan!!!

Oke, kang Adi Saparul Ardi tetaplah menyampaikan ide-ide perbaikannya, adalah sebuah kenistaan jika aku mengebiri pemikiran akang... Cawww!
By adi saparul ardi at Tuesday 16 June 2009
pemilu presiden 2009 tinggal menghitung hari, namun ketiga calon capres dan cawapres yang harus kita pilih tak ada satupun yang dapat di andalkan, karena pada akhirnya ketiga calon tersebut menuju pada satu titik yaitu kepentingan kapitalisme global! ini bisa kita lihat dari program2 yang di janjikan ketiga capres dan cawapres. harapan berubahnya bangsa kita ke arah yang lebih baik sudah bisa di pastikan tidak akan terwujud dan itu diakui oleh hampir seluruh rakyat indonesia!
kadang-kadang saya merasa aneh kenapa kita memilih, ketika kita sudah tau bahwa capres dan cawapres yang kita pilih ini tidak akan membawa bangsa kita ke arah yang lebih baik! apakah mereka tidak takut dengan sistem ekonomi neo liberalisme, apakah mereka tidak takut dengan kapitalisme, apakah tidak takut dengan militerisme yang sering di tolak pada tahun 1997 dan 1998!mari kita renungkan kembali sebelum terlambat!
mari kita tanyakan pada hati, pikiran dan jiwa kita,
siapa yang harus kita pilih?
mengapa kita harus pilih?
By adi saparul ardi at Sunday 14 June 2009
kalau belum kita lihat maka lihatlah dengan indramu
kalau belum kita ketahui, ketahuilah dengan pikiranmu
Kalau belum kita lakukan, lakukanlah demi rakyat

By Kang Away at Thursday 11 June 2009
Apa yang kita dengar belum tentu kita lihat...
Apa yang kita lihat belum tentu kita ketahui...
Apa yang kita ketahui belum tentu kita lakukan..
Apa yang kita lakukan belum tentu menjadi sebuah kebiasaan..

Jadi ingat kana lagu dandut, dengan judul: Lebih Baik Sakit Gigi daripada sakit hati... meureun hartina teh...sagala rupa ge kudu diawali dengan rasa heula...
By adi saparul ardi at Thursday 11 June 2009
dan satu lagi saya mohon pada KPU KOTA SUKABUMI untuk menambah main menunya khusus untuk diskusi dan kalau bisa selalu aktif menanggapi atau komentar tentang diskusinya
By adi saparul ardi at Thursday 11 June 2009
hatur hnuhun kang juhe, alhamdulillah damang!kumaha sabalikna?
kalau menurut saya di dalam diskusi sintesis ini bukan di buat tetapi ada dengan sendirinya hasil dari tesis dan anti tesis dalam proses diskusi, saya kurang sepakat kalau kpu atau siapapun ada yang di posisikan sebagai pembuat sintesis. biarkan diskusi mengalir dengan sendirinya sampai menemukan titik temu!
dan untuk masalah pembahasan diskusinya saya lebih sepakat mendiskusikan semua hal tentang pemilu, dari mulai proses sampai hasilnya!
diskusi bukan ajang untuk saling jatuh menjatuhkan tetapi untuk membangun dan merubah kearah yang lebih baik!
dan bila ingin mengetahui benar atau tidaknya, objektif atau tidaknya tesis yang di ajukan bisa di buktikan di dalam diskusi ini! dan untuk masalah penyikapan hasil diskusi mari kita bicarakan bareng2
By JUHE at Thursday 11 June 2009
assalamualaikum para pengunjung.. tentang 'kepemiluan' yang sudah dan akan dilaksanakan tentu menjadi sebuah term yang patut kita diskusikan dengan berbagai kajian; epistimologis dan ontologis, karena apbila discuss kita berkutat pada sisi terminologi, maka konklusi yang ada tidak lebih dari sekadar tesis atau antitesis saja yang tentunya most vournable, maka mari kita cari sintesisnya, meskipun pemilu (dibaca:kpu) bukanlah sebuah disiplin ilmu (scientific) yang metodologis, sistematis, empiris, dan universal.
hemat saya, pembahasan pemilu adalah pembahasan seputar perencanaan pemilu dan pelaksanaan pemilu, sedangkan hasil dari pemilu itu sendiri bukan lagi sebuah kajian pembahasan, melainkan sesuatu yang harus ditelusuri, diinvestigasi dan dikritisi.
timbul pertanyaan: penelusuran, investigasi, dan kritik kita itu 'terilhami' dari a subjectifity of personal assumtion atau a fact obyectifity? Jika yang pertama, kita tidak usah banyak bicara, biarkan misteri tangan tuhan yang bertindak, karena bahsa langit yang melambung bukan urusan manusia, kalupun manusia ingin mengambil alih urusan tuhan, itu tidak lebih dari sekadar bentuk arogansi dan kesombongan meskipun dibungkus dengan 'ayat-ayat tuhan' itu sendiri.
Jika yang kedua, sperti kita punya data dan fakta ada kecurangan yang dilakukan oleh kpu, Mari rame-rame kita datangi kantor kpu (dalam bahasa kang ardy: demonstrasi) Buktikan yang benar itu benar.. yang salah itu slah.. jangan mau kita menjadi pecundang yang hanya bisa banyak bicara tanpa sebuah nyata.
hatur nuhun... kang djatmiko, kang ardi, dll, kmh daramang sadayana? BAKTOS!!!
By adi saparul ardi at Tuesday 09 June 2009
saya kira ini adalah forum bebas untuk mencurahkan unek-unek masyarakat kota sukabumi tentang pemilu 2009, dan itu perlu dukungan dari semua pihak, dan masalah temanya saya kira tidak perlu diangkat karena ini sudah jelas tentang pemilu 2009. dan klw boleh usul pd anggota kpu untuk memberikan tanggapan atau jawaban-jawaban kepada para penulis. dan kalau perlu para anggota legislatif wajib untuk menulis di forum ini. saya kira ini perlu untuk mendekatkan antara masyarakat dan dan wakilnya. trims
By Sukitman Sudjatmiko at Monday 08 June 2009
Melihat runut diskusi ini, saya berfikir bahwa konteks benang merah ranah apa yg sedang di kaji menjadi absur ketika masing2 dari kita yg membawa otak-dan fikiran dg penjejalan praktek kita, coba dipaksakan pada org lain "seolah-olah" kebenaran ada disisi kita . baik yg mengusung jargon idealism tertentu maupun yg mengalir mengikuti irama realita kekinian yg sesungguhnya itupun telah di rekayasa.
Kawan-Kawan di forum ini saya fikir lebih bermanfaat dan ada ruang dan waktu yg perlu dikaji dan di perlukan kontribusi kawan2 bila setiap bahasan kajian itu sistematis,apakah kita mulai dgn membicarakan teori politik,pemilu,hasil pemilu ataupun konsepsi ideal seperti apa negara yg kita idamkan ini (ini menyebut hanya sbg contoh saja).persoalannya bila semua org dari kita menafsiri org lain dgn bahasa kita bahwa mereka harus melek realitas dgn "menuduh2", apapun nantinya ini tidak menghasilkan apap2,saya kira pengelola Situs KPU ini sudah saatnya mempertimbangkan membuat Forum Diskusi KPU,mudah2an ini jadi masukan.
By adi saparul ardi at Saturday 06 June 2009
hehehehehe
ko gto kang! diskusi itu bukan metode untuk saling menjatuhkan tetapi untuk saling melengkapi untuk satu perubahan yang kualitatif. jd dalam diskusi tidak ada yang namanya beritikad tidak baik, tidak ada yang namanya yang menang atau kalah!
dan sukabumi 5 tahun yang akan datang atau sepuluh tahun yang akan datang bukan hanya tanggung jawab saya atau akang, tapi tanggung jawab semua!karena itu untuk kepentingan semua!
jangan pernah bermimpi untuk menjadi orang suci, biarlah kita menjadi anjing anjing yang selalu menjaga keamanan rumah dan selalu menggonggong setiap orang yang ingin berbuat kejahatan!!!!!!!!!!!